Dalam proyek gedung, perhatian sering lebih banyak diberikan pada struktur, finishing, dan instalasi utama. Padahal, celah kecil di sekitar pipa, kabel, shaft, ducting, atau penetrasi dinding dapat menjadi jalur penyebaran asap dan api saat terjadi kebakaran. Karena itu, firestop dan fireproofing tidak boleh diperlakukan sebagai material pelengkap biasa.
Firestop berfungsi menutup celah penetrasi agar api dan asap tidak mudah berpindah antar ruang. Fireproofing membantu meningkatkan ketahanan elemen tertentu terhadap panas atau api dalam periode tertentu. Keduanya berhubungan dengan keselamatan bangunan, tetapi area aplikasi dan jenis produknya berbeda.
1. Bedakan firestop dan fireproofing
| Aspek | Firestop | Fireproofing |
|---|
| Fungsi utama | Menutup celah dan penetrasi | Melindungi elemen dari paparan panas/api |
| Area umum | Dinding, lantai, shaft, jalur kabel, pipa | Struktur baja, beton, atau elemen tertentu |
| Produk | Sealant, mortar, collar, board, wrap | Coating atau material proteksi khusus |
| Tujuan | Menghambat rambatan asap/api | Meningkatkan durasi ketahanan elemen |
Perbedaan ini penting karena buyer tidak bisa mengganti firestop dengan sealant biasa. Material yang digunakan harus sesuai fungsi dan area risiko.
2. Area gedung yang sering membutuhkan firestop
Jalur kabel dan cable tray
Penetrasi kabel melalui dinding atau lantai perlu ditutup dengan material yang tepat agar celah tidak menjadi jalur asap.
Pipa dan ducting
Pipa yang menembus kompartemen bangunan memerlukan detail penutupan yang memperhatikan jenis pipa, ukuran, dan pergerakan material.
Shaft dan ruang MEP
Area MEP sering memiliki banyak bukaan. Tanpa firestop yang baik, asap dapat menyebar lebih cepat ke lantai atau ruangan lain.
3. Kesalahan yang sering terjadi
- Menggunakan sealant biasa pada area yang membutuhkan material firestop.
- Tidak mencatat ukuran bukaan sehingga material yang dibeli tidak sesuai.
- Mengabaikan jenis penetrasi antara kabel, pipa metal, pipa plastik, atau ducting.
- Tidak memperhatikan finishing akhir sehingga area firestop sulit diperiksa ulang.
- Membeli hanya berdasarkan harga tanpa memastikan fungsi material.
4. Checklist sebelum membeli firestop dan fireproofing
- Area aplikasi: dinding, lantai, shaft, struktur baja, atau ruang MEP.
- Jenis bukaan: kabel, pipa, ducting, atau joint.
- Ukuran celah dan jumlah titik pekerjaan.
- Kondisi area: indoor, outdoor, lembap, panas, atau area servis.
- Target penggunaan: proyek baru, perbaikan, audit safety, atau maintenance gedung.
Checklist ini membantu buyer menjelaskan kebutuhan dengan lebih jelas saat meminta penawaran.
5. Produk pendukung yang mungkin dibutuhkan
Selain Firestop dan Fireproofing Dan Equipment, proyek gedung juga dapat membutuhkan sealant, protective coating, grouting, atau bonding agent untuk pekerjaan pendukung. Kebutuhan ini tergantung kondisi bukaan, material dasar, dan detail pemasangan.
Konsultasikan kebutuhan firestop gedung
Depo Kimia Konstruksi dapat membantu buyer menyesuaikan kebutuhan firestop, fireproofing, sealant, dan bahan kimia konstruksi lain berdasarkan area aplikasi, jenis penetrasi, dan target keselamatan bangunan.